Tampilkan postingan dengan label Wisata Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Jakarta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Agustus 2010

Monumen Nasional


Monas??
Siapa yang tidak tahu Monas. Monas atau Monumen Nasional adalah icon kota megapolitan Jakarta. Monas terletak di pusat kota Jakarta. Tugu Monas dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961 atas rancangan dari arsitek Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono. Pembangunan tugu ini bertujuan untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945.

Tugu Monas yang tinggi melambangkan Lingga (Alu) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia dan semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia. Tinggi tugu Monas 132 m, di puncaknya terdapat cawan yang menopang bagian yang berbentuk nyala obor perunggu dengan diameter 6 m yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi 35 kg. Lidah api atau obor ini merupakan simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

Pelataran puncak yang luasnya 11 m x 11 m dapat menampung 50 pengunjung. Dari pelataran puncak Monas kita bisa melihat pemandangan kota Jakarta. Di sebelah utara kita bisa melihat laut lepas, di sebelah selatan kita bisa melihat pemandangan gunung Salak, dan di sebelah barat kita melihat Bandara Soekarno Hatta (dengan catatan cuaca tidak mendung).

Di bagian dasar Monas (lantai bawah) terdapat ruangan berukuran 80 m x 80 m yang bisa menampung 500 orang. Ruangan tersebut diperuntukkan sebagai museum sejarah yang berisi 51 diorama tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan.

Orang yang datang ke Monas selain untuk jalan-jalan, banyak juga yang datang untuk berwisata sejarah (terutama anak-anak sekolah). Pada hari Minggu juga banyak yang datang hanya untuk berolahraga.

Kawasan Monas dibuka setiap hari pada pukul 09.00 - 15.00 dengan harga tiket yang sangat murah. Untuk tiket masuk sampai pelataran cawan kita membayar Rp 2500,00 dan untuk mencapai puncak Monas kita membayar Rp. 7500,00. Di pelataran puncak kita bisa menggunakan teropong selama kurang lebih 5 menit dengan membeli koin seharga Rp 2000,00. Dengan menggunakan teropong tersebut kita bisa melihat pemandangan dan gedung-gedung sekitar Monas.


Jika ingin ke cawan puncak Monas, pengunjung biwajibkan mengantri karena lift menuju puncak hanya ada 1 dan hanya bisa membawa 8-10 orang saja. Kebayang kalo yang antri beratus-ratus orang. Waktu aku kesana, aku antri 2,5 jam berdiri hehehe...
Sayangnya disana tidak ada yang jual makanan, jadi kalau mau kesana jangan lupa bawa makanan dan minuman sendiri biar ga kelaparan kalau lagi antri..


Untuk menuju Kawasan Monas, kita bisa naik busway dari arah Stasiun kota, Blok M, ataupun Gambir. Kita turun di halte Monumen Nasional. Ongkos busway sendiri juga sangat terjangkau, hanya Rp 3500,00. Jadi kalau mau berwisata murah di Jakarta, Monas menjadi salah satu alternatif pilihannya.


Jumat, 20 Agustus 2010

Dancing Fountain Grand Indonesia


Air mancur joged???
Jadi Penasaran... So aku cari tahu tentang air mancur joged atau dancing fountain itu, ternyata di Grand Indonesia ada pertunjukan dancing fountain. Lumayan, gratisan. Perpaduan antara alunan lagu, gerakan air, dan tata lampunya pas banget... keren... ga rugi nontonnya. Dan setiap kali ke Grand Indonesia aku nyempetin nonton pertunjukkannya.

Kata orang dancing fountain di Grand Indonesia dan Monas termasuk dalam 9 air mancur joged terindah didunia, dan ada yang bilang kalo air mancur joged yang ada di Singapura kalah dengan yang di Grand Indonesia dan yang bisa mengalahkan keindahannya adalah air mancur joged yang ada di Dubai.

Tapi aku sendiri belum pernah liat air mancur yang di Monas. Ntar kapan-kapan moga aja bisa liatnya. Pertunjukkan air mancur joged yang ada di lantai 3A West Mall Grand Indonesia berlangsung kira-kira 15 menitan, dengan 3 atau 4 lagu (agak lupa..). Pokoke nggak nyesel deh nontonnya.




Sabtu, 29 Mei 2010

Wisata KOTA TUA Jakarta


Berwisata murah di Jakarta ternyata banyak pilihannya, diantaranya adalah wisata KOTA TUA Jakarta. Saya dan suami jalan-jalan ke Kota Tua pada tanggal 7 Juni 2009. Kami mengunjungi Museum Fatahillah, banyak tempat yang bisa dijadikan objek foto yang menarik.

MUSEUM FATAHILLAH

Dibangun tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn sebagai Balai Kota yang bentuknya serupa dengan istana Dam di Amsterdam, Belanda. Gedung ini dulunya merupakan kantor Gubernur Batavia. Gedung ini terdiri atas bangunan utama (bagian timur dan barat), serta bagian sanding (kantor, ruang pengadilan, ruang bawah tanah, dan penjara).

Gedung ini diresmikan sebagai Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974 oleh Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta.

Pada halaman depan terdapat air mancur yang merupakan satu-satunya sumber air bagi masyarakat setempat pada masa itu. Hanya saja sekarang sudah tidak terawat lagi.

Pada halaman belakang terdapat Patung Dewa Hermes (dalam mitologi Yunani merupakan Dewa Keberuntungan dan Perlindungan bagi kaum pedagang), Penjara Bawah Tanah, Meriam Si Jagur, dan Prasasti Pecah Kulit.

Harga tiket masuk Museum ini sangat murah, hanya Rp. 2000,00. So, bener-bener wisata murah nich...


MUSEUM WAYANG

Terletak di sebelah kiri dari Museum Fatahillah. Dibangun pada tahun 1640 dan diberi nama De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Tua Belanda). Tahun 1732 gedung ini diperbaiki dan berganti nama menjadi De Nieuwe Hollandsche Kerk (Gereja Baru Belanda). Gedung ini diresmikan menjadi Museum Wayang pada tanggal 13 Agustus 1975


PENJARA BAWAH TANAH

Penjara ini berbeda dengan penjara halaman belakang Museum Fatahillah. Penjara ini diisi air dan pada waktu itu terdapat banyak lintah.


MUSEUM KERAMIK DAN SENI RUPA

Kami tidak sempat masuk ke dalam Museum Keramik ini. Dari depan terlihat seperti Istana negara. Museum ini terletak di sebelah kanan Museum Fatahillah.


MUSEUM BANK MANDIRI

Terletak di seberang stasiun Kota. Harga tiketnya juga murah, hanya Rp. 2000,00 atau gratis bila kita menunjukkan kartu ATM Bank Mandiri.

Di dalam Museum Bank Mandiri ini kita bisa melihat mesin-mesin dan kegiatan perbankan dari jaman dahulu sampai sekarang.


Masih banyak tempat dikawasan wisata KOTA TUA yang belum kami kunjungi, antara lain Pelabuhan Sunda Kelapa, Kampung Luar Batang, Museum Bahari, Menara Syahbandar, Toko Merah, Jembatan Kota Intan, VOC Shipyard.

Semoga bila kami kesana nanti, kami bisa berbagi info lagi.... =)